Bila Shalat Id Jatuh Pada Hari Jum’at


Apabila shalat Id jatuh pada hari jum’at, maka wajib bagi penduduk kota untuk melaksanakannya dan tidak wajib untuk melaksanakannya bagi penduduk desa yang tidak sampai kepada mereka seruan jum’at dan mengharuskan mereka untuk menghadiri shalat jum’at di kota.

قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ ثُمَّ شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فَكَانَ ذَلِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَصَلَّى قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هَذَا يَوْمٌ قَدْ اجْتَمَعَ لَكُمْ فِيهِ عِيدَانِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْتَظِرَ الْجُمُعَةَ مِنْ أَهْلِ الْعَوَالِي فَلْيَنْتَظِرْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ فَقَدْ أَذِنْتُ لَهُ

Abu 'Ubaid berkata; Setelah itu aku juga pernah shalat ied bersama Utsman bin 'Affan, waktu itu bertepatan dengan hari Jum'at, kemudian dia mengerjakan shalat ied sebelum berkhutbah lalu berkhutbah, katanya; "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya pada hari ini telah berkumpul dua hari raya kalian, maka siapa di antara kalian dari penduduk luar kota yang hendak menunggu di sini (hingga tiba waktu Jum'at), silahkan menunggu, namun jika menginginkan pulang sekarang, maka aku telah mengizinkannya pulang." (HR. Bukhari).

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah


Dari Ibnu 'Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا وَلَا الْجِهَادُ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ

"Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berkurban." Para sahabat berkata, "Tidak juga jihad?" Beliau menjawab: "Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi." (HR. Bukhari).

Lafadz Takbir Dua Hari Raya


Adapun lafadz takbir yang disukai adalah sebagai berikut:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Dari al-Aswad beliau berkata:

كَانَ عَبْدُ اللَّهِ، يُكَبِّرُ مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ عَرَفَةَ، إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ مِنَ النَّحْرِ يَقُولُ: «اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ»

Adalah Abdullah Ibnu Mas’ud bertakbir dari shalat fajar pada hari arafah hingga shalat ashar pada hari nahar, beliau mengucapkan:

Takbir Dua Hari Raya


Disunnahkan untuk bertakbir (takbiran) pada dua hari raya. Takbiran pada hari raya Id itu ada dua macam, mursal (atau mutlak) dan muqayyad.

1.       Takbir mursal atau takbir mutlak yaitu takbir yang dilakukan di mana saja baik itu di masjid, di pasar, di jalan, dll dengan mengeraskan suara. Takbir mursal dilakukan pada malam hari raya Id dimulai dari tenggelamnya matahari hingga imam mulai melaksanakan shalat id.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Shalat Sunnah Sebelum dan Setelah Shalat Id


Pada umumnya, tidak ada shalat sunnah sebelum maupun setelah shalat Id karena shalat Id itu adalah shalat sunnah dan tidak ada shalat sunnah yang mengikuti shalat sunnah.

1.       Bagi imam, makruh hukumnya melaksanakan shalat sunnah sebelum maupun setelah shalat Id.

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ الْفِطْرِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلَا بَعْدَهَا وَمَعَهُ بِلَالٌ

bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar pada Hari Raya 'Idul Fithri, beliau melaksanakan shalat dua rakaat, tanpa melaksanakan shalat baik sebelum atau sesudahnya. Dan saat itu beliau bersama Bilal radhiyallahu 'anhu." (HR. Bukhari).

Sunnah – Sunnah yang Berkaitan Dengan Shalat Id


1.       Disunnahkan untuk makan sebelum shalat idul fitri dan tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat Idul adha.

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ

bahwa Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar (ke tempat shalat) pada hari raya idul fithri sampai beliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan terlebih dahulu pada hari raya idul adha sampai beliau shalat terlebih dahulu. (HR. At-Tirmidzi, Imam Nawawi mengatakan hadits ini hadits hasan).

Khutbah Shalat Id


1.       Disunnahkan untuk melaksanakan dua khutbah setelah melakukan shalat id.

Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, dan 'Umar radhiyallahu 'anhu mereka melaksanakan shalat dua Hari Raya sebelum khutbah." (HR. Bukhari & Muslim).